Thursday, January 28, 2010

Semangat Pagiiiiii!


Pagi ini gak tau kenapa, rasanya memulai hari dgn happy. well, biasanya jg sih, tp tadi agak beda aja. entah kenapa, rasanya aku kayak balik seperti seorang single lagi. ups... bukan berarti aku mengabaikan tugasku sebagai ibu dan istri ya. tapi yg aku maksud serasa single itu krn dulu aku memulai hari tanpa pernah merasa ada yg perlu dipikirkan :D

nah, suasana happy ini terus berlanjut ketika aku naik angkot M20 setelah didrop buya di Trakindo. top abis deh si bapak sopir, dia nyetel channel radio anak muda. gak tau sih tepatnya itu radio apa. aku kan gak punya dengerin radio.

lagunya asyik2, bikin semangat pagi deh. terutama lagunya si ipang. kok, aku kenal itu suara ipang? iya, aku gak asing lagi sama suaranya. apalagi pas tahun kemarin dia kan ikut nyanyiin lagu iklan sebuah partai that I interest in, jadinya aku kenal deh.

sesampainya di kantor, aku pun ngubek2 om google utk nyari lagu apa sih itu tadi yg aku dengar di angkot. eh, dapet dong ya. om google emang bisa diandalkan ;)
ternyata itu OST Sang Pemimpi. aku cuma tau gembar gembornya aja via internet n koran. gak seperti Laskar Pelangi, kali ini aku gak begitu penasaran sama filmnya. tapi, lagunya OK jg. aku unduh deh tuh mp3nya. ini nih liriknya. happy enjoy!


Teruslah Bermimpi

Apa yang kau takutkan
Dengan semua ini
Bukankah kesedihan
Sering kita alami
Keadaan ini
Buat kita terbiasa

Dengarkan ku bicara
Teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi
Jangan berhenti

[*]
Percayalah
Lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah
Walaupun tak mudah meraihnya

Menghentikan pikiran dengan mata terpejam
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita

Back to [*]

[**]
Tetap tersenyumlah
Biar semakin mudah
Karena kesedihan pun
Ternyata hanya sementara


*gambar diunduh dari sini*

Wednesday, January 27, 2010

tiba-tiba ada yg perih

salahku sendiri sih
lagian kenapa iseng cari-cari
pas ketemu jadi sakit hati


ah, udahlah
ntar ngaruh ke produksi ASI lagi
pokoknya aku akan tetap happy


jadi gak sabar pengen pulang
dijemput buya tersayang
trus main sama azzam anakku sayang

Wednesday, December 16, 2009

Begini Rasanya Jadi Ibu


Tanggal 28 Agustus 2009 lalu adalah hari bersejarah bagiku. Itulah hari pertama aku merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu dalam rangka mengantarkan buah hati ke dunia baru. Waktu itu bertepatan dengan hari ketujuh Ramadhan. Aku masih ikut sahur dan siap shaum pagi harinya. Namun, rasa mulas yang rutin per 5 menit sekali sudah kurasakan dari pukul 6. Aku dan ibu berangkat ke klinik bidan yang letaknya hanya membutuhkan 2 menit berjalan santai ala bumil yang sedang kontraksi. Sementara itu, suami masih masuk kerja karena aku pikir mungkin belum waktunya lahiran.

Setelah sampai di bidan, periksa dalam, dan bidan bilang, “Bu, sudah pembukaan dua. Langsung pesan kamar, ya?” Dalam hati aku berpikir, kayaknya kalau bukaan dua sampai bukaan sempurna masih lama, deh. Tapi aku nurut aja. Selanjutnya, aku balik ke rumah karena aku belum bawa apa2 ke bidan. Semua keperluan persalinan memang sudah disiapkan dalam ransel, jadi tinggal aku bawa. Aku pun balik lagi ke bidan sendiri karena ibu harus dagang di warung.

Jam 9 suami telepon, padahal aku sedang mulas2nya, tapi tetep sok kuat dan cuma bilang, “Udah, nanti aja pulang kantor baru ke sini.” Tapi suami tetep mau pulang, katanya suaraku udah gak karuan kedengarannya. Hehehe… namanya juga lagi kontraksi. Akhirnya sampailah ia di klinik pukul 11-an dan bukaanku sudah hampir sempurna.

Pukul 12-an bukaan sudah sempurna, aku masuk ruang bersalin. Kontraksi makin aduhai, sementara bu bidan belum sampai. Bu bidanku masih dinas di puskesmas kecamatan, lalu ditelepon asistennya, lantas segera meluncur ke klinik untuk membantuku melahirkan. Alhamdulillah, pukul 14.15, bayiku lahir melalui proses normal, padahal bertanya 3.9 kg dan panjang 49.

Karena dari awal konsultasi aku bilang ke bidan mau ASIX untuk bayiku, aku pun menjalani IMD (Inisiasi Menyusui Dini), tapi hanya berlangsung sekitar 5 menitan. Itu karena pendarahan akibat perlukaan yang aku alami cukup banyak, sedangkan aku difonis animea seminggu sebelum melahirkan. Akhirnya, bayiku dibersihkan, sementara itu aku menjalani proses “jahit-menjahit” (sorry, kalo agak2 ilfil ya). Nah, 2 jam setelah melahirkan, aku didekatkan lagi ke bayiku. Alhamdulillah, si bayiku sudah pandai nenen. Meskipun demikian, ternyata ASIku belum keluar. Berkat info dari bidan, browsing, dan pengalaman teman-teman yang sudah melahirkan, aku tetap tenang. Aku yakin ASIku pasti keluar. Alhamdulillah, hari ketiga ASIku mulai keluar dan bayiku mulai nenen dengan lahapnya.

Seminggu kemudian, kami mengadakan aqiqah untuk bayiku sekaligus memperkenalkan namanya. Sebenarnya namanya sudah kami persiapkan ketika kandunganku memasuki usia empat bulan. Inilah dia bayi kami, namanya Nadi Azzamil Iman. Artinya "awal tekat kuat keimanan". Kini, Azzam sudah berusia 3 bulanan. Alhamdulillah masih ASIX. Nah, beginilah rasanya jadi ibu.

Friday, August 7, 2009

Menghitung Hari


Judulnya kayak lagunya KD, tapi ini gak pake dinyanyiin kayak dia ya. Maklum, suara saya bukan kelas penyanyi, paling2 sekelas tukang sayur yg teriak pagi2. hehehe.

Menghitung hari ini benar-benar sedang saya lakukan, maksudnya saya sedang menghitung hari jelang kelahiran. Yup, usia kandungan sudah masuk minggu 38. Semakin dag-dig-dug, semakin gendut, semakin berat, semakin susah tidur, semakin sering pegal-pegal.

Sejak 2 minggu akhir bulan lalu saya mengejar setoran kerjaan (membabat 4 naskah dalam 2 minggu itu berat, jendral!), dilanjutkan 2 minggu awal bulan ini memantau kerjaan setter, akhirnya sekarang agak sedikit bernapas lega. Kok, sedikit? Karena masih ada printilan kerjaan lain yg harus saya selesaikan segera. Memandatkan kerjaan sementara ditinggal cuti 3 bln ke calon pengganti, membuat laporan mid year, membuat program DKM kantor, dan yg paling penting... mengisi form cutiiiiiiii....

Semua orang kantor sudah banyak komentar. Mungkin karena melihat perkembangan perut saya yang makin membesar. Tapi saya kok ya belum bisa memutuskan tgl berapa tepatnya saya harus memulai cuti melahirkan. Saya merasa tanggung jawab saya belum terselesaikan, duedate saya juga masih tgl 26-an, dan saya pengennya ambil cuti dekat duedate biar bisa mengasuh baby 3 bln penuh. Bisa ngasih ASIX langsung dari pabriknya, bisa mengurusnya sendiri (biar dia merasakan bahwa bundanya tetap madrasah pertama baginya), dan masih banyak lagi keinginan saya dalam rangka cutinya saya dan become a new mother time itu.

Awalnya, saya baru akan mengambil cuti tgl 24, itu berarti 2 hari sebelum duedate. Tapi orang-orang kantor, terutama teman-teman yg sudah pernah melahirkan menganjurkan saya untuk mengambil seminggu lebih awal. Berdasarkan pengalaman mereka, ada saja hal2 yg mempercepat kelahiran mereka daripada prediksi HPL. Ada yang maju sepulang dari kantor langsung terjadi pembukaan, ada yg pernah pecah ketuban di hari terakhir ngantor, ada yg kelelahan ngantor akhirnya SC. Duuuuh, jadi serem jg.

Memang jam kantor kerja saya agak ajaib, dari jam 8.00-18.00. Itu belum ditambah jam berangkat kerja, shalat maghrib, dan lamanya perjalanan pulang kerja. Sepanjang hari kerja, biasanya saya menghabiskan waktu sekitar 13 jam di luar rumah. Berangkat jam 6 pagi dan sampai rumah jam 7-an malam. See? Betapa ajaibnya jam kerja saya. Maka wajarlah teman-teman kantor agak2 "keras" mengingatkan saya untuk segera ambil cuti.

Tapi, saya enggak enak hati. Ada beberapa tanggung jawab yg harus saya tunaikan dulu. Sambil terus berdoa semoga kehamilan saya tidak bermasalah, baik2 saja sampai tiba saatnya, sesuai yg diprediksikan, saya tetap berusaha menuntaskan tanggung jawab2 itu. Bukan berarti saya tidak sayang bayi yang ada dalam kandungan. Mengabaikan yg terbaik untuknya. Tapi sungguh saya juga ingin mendidiknya utk kelak menjadi orang yang bertanggung jawab atas amanah yg diberikan. Saya tdk mau membebani orang2 kelak dgn segala pekerjaan yg seharusnya saya tuntaskan.

Anakku sayang, bunda sayang kamu. Bunda mau waktu cuti 3 bulan itu nanti sungguh benar2 untukmu. Bunda juga ingin punya waktu untuk relaks, Nak. Tapi, selama kita di kantor, kita masih bisa santai, kan? Bunda tidak akan membuatmu tidak nyaman selama di dalam perut bunda, sayang. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk bunda dalam membantumu melihat dunia kelak ya, sayang. I love you, dear....

Tuesday, June 30, 2009

Pindahan, Lahiran, Belanjaan, Sekolahan


Bulan ini bener2 bulannya membobol tabungan :D

Rencana pindahan yg awalnya bakal keundur 3 bln lagi ternyata dimajukan. Jadilah bayar kontrakan tempat pindahan itu harus dilunaskan untuk satu tahun kedepan. Ehm... lumayan. Alhamdulillah bisa patungan dan ada simpanan.

Bulan ini juga bulan pengumuman lulusnya adikku dari bangku SLTP. Alhamdulillah, lulus dgn nilai yang lumayan. Tapi terus ortu kebingungan tentang dana masuk ke sekolah lanjutan yg nominalnya kok makin gak masuk akal. Untungnya aku memang sudah niatkan bantu pembiayaan pendidikan adikku semata wayang itu. Alhamdulillah, si Husni bisa lanjut sekolah. Belajar yg benar ya, Dek. Cari ridha-Nya agar rahman dan rahim-Nya menyertai kehidupanmu selalu.

Lagi-lagi, bulan ini harus ada pengeluaran. Ini sudah dianggarkan, karena sudah pasti rutinan. Kontrol ke dokter utk melihat kondisi perkembangan jundi. Alhamdulillah, lagi-lagi masih diberi rezeki. Bu dokter juga menyarankan ikut senam kehamilan. Aku memang blm ikutan, habisnya gak ketemu jadwal yg sesuai. Duh, alasan. Sebenarnya sih krn kepikiran utk bayar-bayar yg utama dulu. Hehehehe... Tapi insya Allah mulai bulan ke-8 ini ikutan senam. Demi jundi, kuberikan yg terbaik, deh.

Nah, namanya udah masuk bulan ke-8, otomatis mulai belanja kebutuhan newborn dong. Untungnya, udah pernah nyicil belanja dan ada peninggalan dari adik ipar yg baru lahiran lebaran kemarin. Nah, terkait masalah belanja, aku jadi pecicilan jg mau belanja perangkat ASIP nanti. Kalo botol2, insya Allah sih udah jauh hari mulungin bekas botol UC 1000 para karyawan kantor. Nah, yg belum kebeli tuh cooler bag, blue ice, botol2 susu, dsb. Blm kebeli krn harganya bikin mikir2 dulu. Nunggu THR aja kali yeee... :D

Tapi, yg paling urgent adalah nyiapin utk kelahiran jundi. Ya Allah, semoga Engkau meridhaiku utk berjuang melahirkan jundi dgn proses normal dan lancar. Kemarin sempat dengar tetangga yg jg temanku. Dia baru lahiran 2 minggu lalu, dan itu melalui proses operasi sesar. Jadi gimana gitu. Duh, optimis dong Ian. Be positive ya! Selain permasalahan itu, sbg calon ortu, tentunya aku dan org itu harus memenuhi hak anakku kelak, salah satunya menebusnya dgn aqiqah. Sejauh ini, memang sudah dianggarkan khusus utk itu. Jenis kelamin sudah dikasih tau dokter, tp memang kita sudah menyiapkan yg lebih utk itu. Nak, kami ingin memberikan yg terbaik untukmu.

Sungguh bulan ini bulan manis yg penuh ujian dan berita. Semoga aku bisa melaluinya dgn semangat, dgn jalan yg maslahat. Sabar dan syukur deh intinya, krn bersama kesulitan selalu ada kemudahan :)

Tuesday, June 16, 2009

Engkau Ajari Aku Mengeja Cinta

Hatiku sedang kebat-kebit belakangan ini. Entahlah, seperti ada rasa yang sulit aku gambarkan dalam kata-kata. Lembut menyapa, malu-malu munculnya, dan jika dilukiskan, bagai paduan warna ceria yang membentuk suatu harmoni nan indah. Duhai, apakah ini cinta?

Setiap hari selalu merindunya. Selang beberapa waktu saja tak bertemu rasanya menyiksa. Bersamanya rasanya semua susah hilang sudah. Ya Tuhan, hatiku sudah dibuat merona olehnya!

Dia, yang telah membuat waliku memberikan perwaliannya, akhirnya membuktikan janjinya. Dia yang bertekad membuatku jatuh cinta akhirnya menaklukkanku sudah. Aku pun mulai mengeja cinta, menelusuri tiap hurufnya, merangkai jadi sebuah kata, yang kini terpatri di dalam jiwa.

Terima kasih telah mengajariku cinta...

Wednesday, June 3, 2009

Tujuh Bulan Sudah




BB: 58 kg (dah naik 8 kg dari sebelum hamil :D)
TD: 120/80 (alhamdulillah, dah naik jg)


Sejauh ini, kehamilanku gak ada masalah. Mual-mual sudah menghilang ketika masuk usia kehamilan 4 bulan. Berat badan mulai naik sejak itu. Tapi kemarin pas usia kandungan 6 bln, hasil USG menyatakan adanya plasenta marginalis. Duh, apa itu?
(penampakanku di usia kehamilan 7 bln. Ndut yaaa?)Maklum, karena kehamilan pertama, aku gak paham sama sekali tentang ini. Kalau kata dokter tempat aku kontrol, plasentaku letaknya agak di bawah, tapi tidak menutup jalan rahim. Selain itu, aku juga gak mengalami pendarahan yang katanya biasa mengiringi kasus plasenta previa ini.
Kata beliau nanti dilihat lagi ketika usia kandungan 8 bln, apakah letaknya masih tetap atau sudah mulai naik. Dianjurkan untuk banyak-banyak sujud, atau mengepel dengan cara melantai. Ada kekhawatiran pastinya, tapi sejauh ini aku berpikir positif terus insyaAllah janinku gak apa-apa. Amin....


(foto diambil waktu jadi panitia walimah teman, Sabtu, 31 Mei 2009)

Waktu pun terus bergulir, dan tanpa terasa sekarang usia kandungan sudah 7 bulan. Subhanallah. Pekan ini mau kontrol lagi, tapi ke bidan yang biasa aku datangi. Kalau waktu minggu ke 23-an sempat ngalami hampir mau pingsan waktu berdiri dan jalan terlampau lama pas belanja, alhamdulillah kemarin pas belanja kebutuhan baby aku seger2 aja. Padahal sebelumnya aku jadi panitia pernikahan temenku dulu lho. Mungkin karena semangat saking senengnya lihat baju dan perlengkapan bayi yang lucu-lucu, jadi hilang deh capeknya. Bener juga kata Ndahe, jangan sampe kalap belanjanya. Pas aku dikasih bon sama si teteh pelayan toko, agak kaget juga. Trus nyodorin ke buya yang tampangnya gak sekaget aku. hehehe... aku dah berusaha menawar sebisaku lho, buya....

Begitulah kabar bumil yang satu ini. Tujuh bulan, sudah....